Neng Rosmiati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Di sudut meja

Hari ini tepat satu tahun saya bekerja sebagai guru BK. Banyak hal yang saya pelajari mengenai kehidupan yang mungkin saya tidak dapat selama sewaktu saya kuliah.

Di hari itu, awal saya hari pertama saya masuk kerja saya dihadapkan dengan seorang anak laki-laki yang datang ke ruangan saya untuk konseling.

Saya heran ketika pertama melihat anak itu masuk. Dia datang dengan badan bercucuran keringat, di kantung matanya menahan air mata yang ingin menetes dan sekujur badannya gemetar. Saya ingat ketika hari itu, tangan anak laki-laki itu dikepal dengan sangat kuat hingga keringat bercucuran.

"Kamu kenapa, Nak?" tanya saya kepada anak laki-laki itu.

"Ibu... saya takut." jawab anak itu dengan suara yang sangat kecil dan terengah-engah.

Air matanya menetes. Dia sudah mulai tidak bisa mengontrol badannya, badannya gemetar hingga saya bisa merasakannya. Salah satu tangan saya memegang bahunya dan tangan yang satu nya memegang tangan anak laki-laki itu yang dikepal kuat. " tenang Nak, kamu aman!".

Setelah dua jam saya masih memegang tangan dan bahu anak itu. Setelah anak laki-laki itu tenang dan bisa menguasai dirinya. Saya baru menanyakan nama dan permasalahannya.

Anak laki-laki itu bernama Rudi. dia mengatakan bahwa dia merasa terancam ketika berada ditengah-tengah keramaian.

Dengan airmata yang masih berlinang ia menceritakan bahwa "ketika saya 'kambuh' saya harus datang keruang BK". "Saya merasa bahwa orang yang ada di luar sana itu seperti ingin membunuh saya". Suara yang saya dengar seperti ingin merobek gendang telinga saya".

Tidak banyak yang saya gali mengenai permasalahan yang ia alami. Melihat dia bisa berhenti menangis saja membuat saya bahagia.

Pada hari itu saya menyudahi sesi konseling dan mengagendakan lagi konseling untuk besok dan merencanakan beberapa treatment yang akan kita lakukan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali